WHAT'S NEW?
Loading...
















Assalamualaikum
Pada kali ini saya akan menjelaskan cara firewall filter di mikrotik
Filter merupakan aplikasi yang berfungsi untuk memeriksa dan menentukan paket data yanf keluar atau masuk dari sebuah jaringan
Disini saya akan menggunakan 2 tehnik

Firewall Tehnik :
  • Drop few, Accept any (Buang beberapa, Terima semuanya) artinya kita membuang paket yang tidak dibutuhkan, kemudian menerima semua paket
  • Accept few, Drop any (Terima beberapa, Buang semuanya) artinya kita menerima beberapa paket yang dibutuhkan, kemudian membuang semua paket

Kasus :
  • Blocking semua port kecuali DNS dan winbox
  • Setting ip address admin agar bisa mengakses semua port

Topologi :


Langsung saja ke konfigurasinya

Konfigurasi IP Address

Pertama setting IP address terlebih dahulu


Saya akan menggunakan DHCP server agar mempermudah saya untuk mendapatkan IP address


Setting DHCP clientnya


Jangan lupa setting firewall NAT agar client mendapat koneksi internet


IP DHCP sudah didapatkan

Accept few, Drop any 

Pertama buka IP > Filter Rules > +


Masukkan konfigurasi di "General"
Chain           : Input
Src Address : 126.126.126.125

Masukkan konfigurasi di "Action"
Action : accept



Tambahkan rule lagi dengan konfigurasi
Chain     : input
Protocol : 6 (tcp)
Dst          : 53 , 8291

Konfigurasi actionnya
Action : accept




Tambahkan rule lagi dengan konfigurasi
Chain : input

Konfigurasi actionnya
Action : drop



Dan tampilannya akan seperti ini


Verifikasi




Drop few, Accept any 

Buat rule dan masukkan konfigurasi 
Chain      : input
Protocol  : 6 (tcp)
Dst port   : ! 53 , 8291

Konfigurasi actionnya
Action : drop



Tambahkan rule lalu masukkan konfigurasi
Chain           : input
Src Address : 126.126.126.125

Konfigurasi action
Action : accept



Dan tampilannya akan seperti ini


Verifikasi




Assalamualaikum
Pada kali ini saya akan menjelaskan tentang konfigurasi wireless point to point mikrotik

pertama pada ether 1 hubungkan dengan koneksi internet, untuk nantinya dibagikan ke interface wlan1 satunya, kemudian setting ip address pada kedua interface tersebut sesuai dengan topologi diatas,
jangan lupa juga gunakan IP Firewall Nat agar koneksi internet pada ether1 bisa dibagikan ke interface lainnya, jika belum tahu bisa membuka postingan saya yang sebelumnya, jika sudah kemudian lakukan konfigurasi wireless di winbox, dengan konfigurasi seperti berikut..



 pada menu wireless diatas kita diharuskan melakukan konfigurasi, pada Mode, Band, frequency dan SSID, dan juga Security Profile bila ingin menambahkan password pada router yang kita gunakan sebagai AP, untuk Mode-nya gunakan mode ap bridge, karena router yang sedang kita konfigurasi ini digunakan sebagai access point bagi atau pemancar untuk client nantinya, pada menu Band pilih band dengan tipe 2ghz/b/g/n/ untuk membuat wireless bekerja pada band 2,4 GHZ dengan maksimun transfer rate mencapai 300Mbit/s, kemudian pilih Frequency yang tetap sesuai keadaan lapangan agar meminimalisir terjadinya interferensi antar wireless device, nah berikut cara untuk pembuatan Security Profile 

setelah itu kita harus membuat dhcp server pada router ap kita agar client yang nantinya terhubung dapat mendapatkan ip secara otomatis, caranya buka menu IP > DHCP SERVER, lalu pilih DHCP Setup 

pilih interface wlan1 

isikan network address dhcp

kemudian definisikan berapa ip yang akan didapat client nantinya

berikan juga dns servernya

kemudian lease time yang berfungsi untuk menentukan, waktu untuk menentukan berapa lama ip address akan didistribusikan kepada client


Konfigurasi Station/Client
Pada station Router buka menu wireless kemudian, kita harus mengkoneksikan router station kita dengan router ap kita 

untuk menyambungkan kedua router ini, pertama kita harus menggunakan fitur scan pada interface wireless untuk melihat ssid pada router ap yang telah kita konfigurasikan sebelumnya 

kemudian klik start, dan setelah muncul klik ssid yang sesuai dengan router ap sebelumnya lalu klik connect 

untuk konfigurasi wirelessnya hampir sama dengan router ap hanya saja yang membedakan adalah mode yang digunakan, karena router ini berperan sebagai client atau penerima maka mode yang digunakan adalah mode station-bridge 

kemudian karena router ap kita memiliki security profile maka, kita juga harus membuatnya juga pada router station kita, untuk key atau passwordnya samakan dengan password yang telah dibuat di router ap 

setelah dibuat barulah kita tambahkan pada menu wireless 

jgn lupa setting dhcp clientnya

Signal Monitoring 
1. untuk mengecek, kekuatan signal dan berapa besar transfer rate yang terjadi antara router tersebut kita bisa melihatnya di menu Wireless pada tab Signal, unruk mengetahui lebih jelas tentang kekuatan signal dari router station kita

Signal Monitoring 

untuk mengecek, kekuatan signal dan berapa besar transfer rate yang terjadi antara router tersebut kita bisa melihatnya di menu Wireless pada tab Signal, unruk mengetahui lebih jelas tentang kekuatan signal dari router station kita